Bangun Sinergi dengan Orang Tua melalui Sosialisasi Program Ta’dib
Garut, 14 April 2026 — Pesantren Persatuan Islam Tarogong menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Pesantren bersama Komite dan Orang Tua Santri dalam rangka sosialisasi Program Ta’dībul Muta’addib, sebuah program pembinaan karakter berbasis adab yang menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan pesantren.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian program, tetapi juga dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara pesantren dan orang tua. Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, para orang tua tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi turut dilibatkan dalam diskusi strategis terkait arah pembinaan santri ke depan.

Dalam pemaparannya, pihak pesantren menjelaskan bahwa Program Ta’dībul Muta’addib merupakan ikhtiar untuk membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki adab, tanggung jawab, dan karakter kuat melalui proses pembiasaan, keteladanan, serta penguatan nilai dalam kehidupan sehari-hari . Program ini menekankan nilai-nilai utama seperti mahabbah, mujahadah, ta’awun, tawadhu, dan amanah sebagai fondasi pembentukan pribadi santri.
Lebih jauh, disampaikan pula bahwa keberhasilan program ini tidak dapat berdiri sendiri di lingkungan pesantren, tetapi sangat bergantung pada sinergi antara pesantren dan keluarga. Peran orang tua di rumah menjadi bagian penting dalam memperkuat pembiasaan yang telah dibangun di pesantren, mulai dari ibadah harian, kedisiplinan, hingga pembentukan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya nilai-nilai adab.
Dalam sesi diskusi, berbagai pandangan dan respon dari orang tua muncul secara terbuka. Sebagian besar menyampaikan dukungan dan optimisme terhadap program ini sebagai langkah strategis dalam pembinaan karakter santri. Ada pula beberapa orang tua yang menyampaikan harapan agar implementasi program dapat dikaji lebih mendalam serta dilakukan secara bertahap, sehingga proses adaptasi dapat berjalan lebih optimal baik di lingkungan pesantren maupun di rumah.

Dialog ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa pendidikan bukanlah proses satu arah, melainkan hasil dari kolaborasi yang kuat antara lembaga dan keluarga. Pesantren menyambut baik setiap masukan yang disampaikan sebagai bagian dari proses penyempurnaan program agar lebih relevan, aplikatif, dan berdampak nyata.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Persis Tarogong kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan yang terbuka, kolaboratif, dan inklusif, dengan melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam membangun generasi yang berilmu, beradab, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Silaturahmi ini tidak hanya memperkuat komunikasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesepahaman dan komitmen bersama bahwa pendidikan terbaik lahir dari kebersamaan—antara pesantren dan rumah, antara pembinaan dan keteladanan, antara ilmu dan adab.
